Sabtu, 10 Maret 2012
Si Kikir Dan Malaikat Maut
Setelah bekerja keras, berdagang dan menjadi rentenir, si kikir telahmenumpuk harta, tiga ratus ribu dinar. Ia memiliki tanah luas, beberapagedung, dan segala macam harta benda. Kemudian ia memutuskan untukberistirahat selama satu tahun, hidup nyaman, dan kemudian menentukantentang masa depannya.
Tetapi, segera setelah ia berhenti mengumpulkan uang, Malaikat Maut munculdi hadapannya untuk mencabut nyawanya. Si kikir pun berusaha dengan segaladaya upaya agar Malaikat Maut itu tidak jadi menjalankan tugasnya. Si kikirberkata, "Bantulah aku, barang tiga hari saja. Maka aku akan memberimusepertiga hartaku."Malaikat Maut menolak, dan mulai menarik nyawa si kikir. Kemudian si kikirmemohon lagi, "Jika engkau membolehkan aku tinggal dua hari saja, akankuberi engkau dua ratus ribu dinar dari gudangku.
"Tetapi Malaikat Maut pantang menyerah dan tak mau mendengarkannya. Bahkan iamenolak memberi tambahan satu hari demi tiga ratus ribu dinar dari si Kikir.Akhirnya si kikir menulis berkata, "Kalau begitu, tolong beri aku waktuuntuk menulis sebentar."Kali ini Malaikat Maut mengijinkannya, dan si kikir menulis dengan darahnyasendiri: "Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinyadengan tiga ratus ribu dinar. Pastikan engkau menyadari nilai dari waktuyang engkau miliki."
Sumber: The Way Of Sufi
DARI MILIST MOTIVASI
Tangan Ibuku
Beberapa
tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya
untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang
lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami
berangkat jugak e pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap
toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun
dan mengembalikan semuanya.
Seiring
hari yangberlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya,pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu
stelgaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidak sabaran
saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya
dalam ruangganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian
tersebut,dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata
tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendidan
sebab itu dia tidak dapat melakukannya. Seketika ketidak sabaran
saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya
berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang
mengalir keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan
lagi, sayakembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun
tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.
Perjalanan
belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak
dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran
saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian
tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat
tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah
menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk
saya, dan terlebihdari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu
telah menyentuh hatis aya dengan cara yang paling membekas dalam hati
saya.
Kemudian
pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya,
menciumnya dan, yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi
saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini.
Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat
dengan mata saya yang baru betapa bernilai dan berharganya kasih sayang
yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa
suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya
tersendiri.
Bev
Hulsizer : Dunia ini memiliki banyak keajaiban, Segala ciptaan
Tuhan yang begitu agung; Tetapi tak satu pun yang dapat menandingi
Keindahan tangan ibu
dari milis motivasi
Ibuku, Inspirasiku
Waktu masih kanak-kanak, ibu pernah memintaku untuk mengangkut sekarung beras dari sebuah pabrik menuju ke rumah di kampung yang berbeda. Namun karena tenagaku yang tidak kuat, aku terjatuh di sebuah jembatan. Akibatnya karung beras itu jatuh di bantaran kali kecil itu. Sesampai di rumah ibuku mendengarkan semua alasanku. Aku khawatir ia akan marah. Namun, ternyata ia hanya berkata: "Oh jembatan kayunya kecil ya..." Padahal kejadian ini adalah untuk ketiga kalinya.
Sekali waktu ibu pernah memarahiku karena aku tak mau membantunya menimba air. Aku sedang malas dan barulah pertama kali itu aku tidak melakukannya. Di depan pintu dapur, ia hanya mengucapkan: "Nanti kalau besar mau jadi apa, kalau malas...". Aku pun pernah marah kepadanya. Karena ia telah memakan kue pisang kesukaanku yang diberi oleh tetangga. Dengan peluhnya sehabis membuat sapu lidi, ia langsung mengambil kue itu dan berkata: "Kamu gak mau kan...". Ibu tak memperhatikan jawabanku selain langsung memakannya, padahal aku sangat ingin.
Lain waktu setelah pulang dari sekolah, perutku lapar. Namun, aku tak menemukan nasi di meja makan dekat tungku api. Aku menemuinya, berharap ia menyimpan makanan itu di suatu tempat yang tak kuketahui. Tapi tebakanku salah. Dengan ringannya ia berkata: "Kamu panjat kelapa dan mencabut singkong di belakang rumah, lalu ibu yang memasaknya. Setelah itu kita makan bareng ya...".
Ibuku memang tak pernah marah ketika aku melakukan kesalahan, asalkan aku memberikan alasan yang bisa dimakluminya. Ia memberikan kesempatan dan waktu terus menerus untukku menyempurnakannya. Ia juga sangat menyukaiku bila aku mau disiplin dan tidak malas dalam melakukan sesuatu. Sedangkan, dulu yang kuanggap kesalahan ibu, justru ia mendidikku untuk belajar berempati dan menghargai jerih payah orang lain.
Sewaktu kami kekurangan bahan makanan, ia mengajakku bekerja sama menjemput rezeki yang halal dan baik.Aku terbiasa dengan perlakuan ibu kala itu. Kadang merasa nyaman, kadang was-was khawatir ibu akan marah. Walaupun aku menemui sikapnya berbeda jauh dari sangkaanku. Namun sungguh, di kala kami anak-anaknya menjalani kemiskinan justru ibu memperkaya diri kami dengan makna hidup yang sebenarnya. Memberikan asupan, semangat, dan cara mensiasati hidup dengan keridhoan terhadap apa yang didapatkan dan dijalani.
Ibuku lulusan sekolah rakyat dan tak mengenyam pendidikan tinggi. Ia adalah wanita yang dicintai dan disegani anak-anaknya. Satu hal saja yang menempatkan ibu pada posisi sangat dihargai oleh anak-anaknya.Yaitu soal calon pendamping hidup. Tak satu pun pasangan hidup anaknya, baik laki atau perempuan yang tak melalui "tes ujian menantu". Satu hal saja, yang akan selalu ia tanyakan, "Apakah kamu sanggup dalam kemiskinan dan kekurangan anakku?".
Saat ini aku telah menikah dan dianugerahi seorang anak yang memasuki tahun pertama usianya, ia telah dapat meniru banyak hal. Aku dan istriku mengajarinya beberapa hal, seperti berterima kasih, berdoa di setiap kesempatan, tanda hormat dengan mencium tangan, rela melepas dan memberikan mainannya. Bila ia menangis, aku ajarkan untuk menyadari sendiri tingkahnya. Sampai akhirnya ia terdiam dan bermain kembali tanpa campur tangan ibunya untuk menghentikan tangisnya. Ternyata, ia mau melakukannya walau membutuhkan waktu.
Namun dari semua itu, aku belajar dan terkayakan ilmu dari seorang wanita. Dialah Ibuku, yang menitipkan banyak nasihat dalam perjalanan hidupku, melekat, mendalam, dan penuh makna dengan ketulusannya. Aku bersyukur, Allah telah memberikan wanita hebat itu. Semua itu melahirkan sebuah inspirasi besar bagaimana mendidik anakku. Ibuku, inspirasiku.
Aku akan berusaha melahirkan banyak hal untuk anak-anakku. Agar kelak mereka mendapatkan inspirasi luar biasa dan lebih baik setelahku. Walaupun aku tahu, ada sisi kekurangan dan keterbatasan ibu yang terbungkus dalam kesederhanaannya dalam hidup. Tentunya, setiap anak pasti akan menemukan kekuatan inspirasi itu dari seorang ibu bagaimana pun keadaannya. Wallahu'alam.
Oleh: Mahyudin Purwanto
Dari Milis Motivasi
Jumat, 02 Maret 2012
Hutang Anak terhadap Ibunya
Seorang anak kecil menghampiri ibunya di dapur pada suatu malam
sementara ibunya sedang menyiapkan makan malam. Lalu anak itu
menyerahkan selembar kertas yang ia telah tulis. Setelah Ibu
mengeringkan tangannya pada serbet, ia membacanya, dan inilah isi
kertas tersebut:
Biaya saya membantu ibu potong rumput: Rp. 5000
Biaya saya membersihkan kamar saya sendiri: Rp 3000
Biaya pergi ke pasar : Rp 1000
Menjaga adik selama ibu pergi: Rp. 5000
Membuang sampah: Rp. 2000
Jumlah ibu berhutang sama saya adalah: Rp 11000
Nah, ibunya memandang anak itu sejenak dan sang ibu mengambil pena,
membalikkan kertasnya lalu dia menulis, dan ini adalah apa yang ibu
telah lakukan:
Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh
dalam dirik ibu:
Gratis
Untuk mengobati kamu dan mendoakan kamu saat kamu sakit:
Gratis
Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama
ini:
Gratis
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di
waktu yang akan datang:
Gratis
Untuk mainan, makanan, pakaian, untuk kamu:
Gratis
Biaya cinta saya untuk kamu adalah:
Gratis.
Ketika anak itu selesai membaca apa yang telah ditulis ibunya, air mata
jatuh dari matanya, dan dia menatap langsung pada ibunya lalu berkata,
“Bu, Maafkan aku, aku sangat sayang ibu.” Dan kemudian ia mengambil
pena dan dalam huruf besar besar ia menulis: “SEMUA HUTANG SUDAH
DIBAYAR LUNAS! “.
Sabtu, 18 Februari 2012
Pertanyaan Seorang Gadis
Seorang gadis bertanya kepada kekasihnya :
Girl : Apakah aku pernah terlintas dalam pikiranmu?
Boy : Tidak
Girl : Apakah kamu benar-benar menyukaiku?
Boy : Tidak
Girl : Apakah kamu menginginkanku?
Boy : Tidak
Girl : Akankah kamu menangis jika aku pergi?
Boy : Tidak
Girl : Maukah kamu hidup untukku?
Boy : Tidak
Girl : Maukah kamu berbuat apa saja untukku?
Boy : Tidak
Girl : Pilih aku atau hidupmu?
Boy : Hidupku
Gadis itu berlari pergi dan merasakan sakit, dan laki-laki itu berlari setelahnya dan berkata....
Alasan mengapa aku tidak pernah memikirkanmu, adalah karena kamu selalu ada dalam dipikiranku.
Alasan mengapa aku tidak menyukaimu, adalah karena aku mencintaimu.
Alasan mengapa aku tidak menginginkanmu, adalah karena aku membutuhkanmu.
Alasan mengapa aku tidak akan menangis jika kamu pergi, adalah karena aku bisa mati jika kamu pergi.
Alasan mengapa aku tidak ingin hidup untukmu, adalah karena aku akan mati untukmu.
Alasan mengapa aku tidak akan berbuat apapun untukmu, adalah karena aku akan berbuat segalanya untukmu.
Alasan mengapa aku memilih hidup, adalah karena KAMU HIDUPKU.
dari milis motivasi
Girl : Apakah aku pernah terlintas dalam pikiranmu?
Boy : Tidak
Girl : Apakah kamu benar-benar menyukaiku?
Boy : Tidak
Girl : Apakah kamu menginginkanku?
Boy : Tidak
Girl : Akankah kamu menangis jika aku pergi?
Boy : Tidak
Girl : Maukah kamu hidup untukku?
Boy : Tidak
Girl : Maukah kamu berbuat apa saja untukku?
Boy : Tidak
Girl : Pilih aku atau hidupmu?
Boy : Hidupku
Gadis itu berlari pergi dan merasakan sakit, dan laki-laki itu berlari setelahnya dan berkata....
Alasan mengapa aku tidak pernah memikirkanmu, adalah karena kamu selalu ada dalam dipikiranku.
Alasan mengapa aku tidak menyukaimu, adalah karena aku mencintaimu.
Alasan mengapa aku tidak menginginkanmu, adalah karena aku membutuhkanmu.
Alasan mengapa aku tidak akan menangis jika kamu pergi, adalah karena aku bisa mati jika kamu pergi.
Alasan mengapa aku tidak ingin hidup untukmu, adalah karena aku akan mati untukmu.
Alasan mengapa aku tidak akan berbuat apapun untukmu, adalah karena aku akan berbuat segalanya untukmu.
Alasan mengapa aku memilih hidup, adalah karena KAMU HIDUPKU.
dari milis motivasi
BAHASA KASIH
Apakah anda pernah
mencintai seseorang di dalam hidup anda? Saya yakin, semua dari anda
pernah mencintai seseorang, apakah itu orang tua anda, anak anda,
saudara anda, kekasih anda, istri / suami anda, dan sebagainya. Yang
menjadi pertanyaan berikutnya adalah,apakah orang yang anda cintai
tersebut TAHU kalau anda mencintai mereka ? Banyak orang tua kaya yang
sibuk sering memberikan uang kepada anak-anaknya dan berharap anaknya
tahu bahwa uang tersebut sebagai tanda cinta mereka.
Padahal mungkin sang anak lebih berharap orang tuanya mempunyai waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Jika hal ini terjadi pada anda, dimana orang yang anda cintai malah berpersepsi berbeda dari yang anda harapkan, berarti anda tidak tahu secara tepat apa bahasa kasih dari orang yang anda cintai tersebut.Gary Chapman dalam salah satu bukunya pernah mengatakan bahwa untuk berkomunikasi dengan orang yang kita cintai, ada 5 bahasa kasih yang bisa kita gunakan sesuai dengan keinginan dari orang tersebut.Kelima bahasa kasih tersebut adalah :
1. KATA-KATA
Kata-kata berupa pujian, motivasi, harapan dan penghargaan kepada orang yang dicintai merupakan suatu penghubung yang kuat yang bisa terus merekatkan hubungan anda. Lakukan pujian secara tulus berdasarkan apa yang ada di dalam hati anda, bukan hanya sekedar untuk membuat mereka senang. Sebisa mungkin bicarakan hal-hal yang positif saja dengan orang yang anda cintai. Hindari kata-kata yang malah bisa menyebabkan suatu perselisihan atau konflik.
2. SENTUHAN
Sentuhan fisik seperti merangkul, membelai, menepuk punggung dan lengan, ataupun sekedar bergandengan tangan, secara emosional dapat meningkatkan kualitas hubungan cinta anda. Seorang anak yang mendapat prestasi bagus di sekolah misalnya, selain dipuji juga ditepuk punggungnya oleh orang tuanya, akan merasakan kesenangan yang berlipat ganda, karena dia merasakan kasih tersebut lewat hati (pujian) dan fisik (tepukan).
3. PEMBERIAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling sering kita gunakan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Namun kita seringkali membatasi pemberian ini hanya pada moment khusus saja, seperti ulang tahun, hari perkawinan, atau hari-2 besar keagamaan. Padahal, sebenarnya kita dapat melakukan pemberian ini kapan saja dan dimana saja.
4. WAKTU
Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk mendengarkan dan bersama-sama dengan orang yang anda cintai ? Waktu yang dimaksud disini bukan berarti hanya waktu liburan, tapi WAKTU YANG BERKUALITAS, yaitu waktu dimana orang yang anda cintai membutuhkan kehadiran anda secara fisik hadir di depannya. Bagi seorang anak kecil,mungkin waktu yang berkualitas bagi dia adalah waktu sore hari, dimana dia membutuhkan kehadiran anda, agar dia bisa menceritakan bagaimana serunya tadi dia bermain di sekolah. Bagi seorang suami, waktu yang berkualitas mungkin selepas makan malam, dimana dia berharap sang istri mau menemaninya berbincang-bincang tentang kondisi bisnisnya, tentang bagaimana membangun masa depan keluarga mereka. Apakah anda sebagai istri misalnya, BISA dan MAU menyediakan waktu tersebut, ataukah tayangan sinetron lebih menarik perhatian anda, dan membiarkan suami anda bersantai sendiri sambil membaca koran ? Dan bagi anda sang suami, apakah anda MASIH MEMPUNYAI WAKTU mengantar istri anda berbelanja, atau anda lebih suka mengutak-atik mobil anda dan membiarkan istri anda pergi sendiri ?
5. PELAYANAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling menonjol diantara yang lain, karena anda mau melakukan suatu tindakan bagi orang lain sebagai tanda cinta anda. Banyak orang yang salah mengartikan kata pelayanan disini, menganggap kita harus melakukan sesuatu 100% bagi orang lain. Padahal kata pelayanan disini artinya kita mau membantu orang yang kita cintai melakukan suatu tindakan yang sebelumnya tidak kita lakukan. Mungkin para suami bisa dengan membantu istri untuk memasak dan menyiapkan makan di dapur. Atau para istri bisa membantu suaminya untuk mencuci mobil. Hal-2 kecil seperti ini bisa membantu anda untuk mempererat tali kasih anda berdua.
Bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda menggunakan seluruh bahasa kasih tersebut untuk mengungkapkan perasaan anda kepada orang-2 yang anda cintai ? Lakukan yang terbaik dan dapatkan manfaatnya.
dari milis motivasi
Padahal mungkin sang anak lebih berharap orang tuanya mempunyai waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Jika hal ini terjadi pada anda, dimana orang yang anda cintai malah berpersepsi berbeda dari yang anda harapkan, berarti anda tidak tahu secara tepat apa bahasa kasih dari orang yang anda cintai tersebut.Gary Chapman dalam salah satu bukunya pernah mengatakan bahwa untuk berkomunikasi dengan orang yang kita cintai, ada 5 bahasa kasih yang bisa kita gunakan sesuai dengan keinginan dari orang tersebut.Kelima bahasa kasih tersebut adalah :
1. KATA-KATA
Kata-kata berupa pujian, motivasi, harapan dan penghargaan kepada orang yang dicintai merupakan suatu penghubung yang kuat yang bisa terus merekatkan hubungan anda. Lakukan pujian secara tulus berdasarkan apa yang ada di dalam hati anda, bukan hanya sekedar untuk membuat mereka senang. Sebisa mungkin bicarakan hal-hal yang positif saja dengan orang yang anda cintai. Hindari kata-kata yang malah bisa menyebabkan suatu perselisihan atau konflik.
2. SENTUHAN
Sentuhan fisik seperti merangkul, membelai, menepuk punggung dan lengan, ataupun sekedar bergandengan tangan, secara emosional dapat meningkatkan kualitas hubungan cinta anda. Seorang anak yang mendapat prestasi bagus di sekolah misalnya, selain dipuji juga ditepuk punggungnya oleh orang tuanya, akan merasakan kesenangan yang berlipat ganda, karena dia merasakan kasih tersebut lewat hati (pujian) dan fisik (tepukan).
3. PEMBERIAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling sering kita gunakan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Namun kita seringkali membatasi pemberian ini hanya pada moment khusus saja, seperti ulang tahun, hari perkawinan, atau hari-2 besar keagamaan. Padahal, sebenarnya kita dapat melakukan pemberian ini kapan saja dan dimana saja.
4. WAKTU
Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk mendengarkan dan bersama-sama dengan orang yang anda cintai ? Waktu yang dimaksud disini bukan berarti hanya waktu liburan, tapi WAKTU YANG BERKUALITAS, yaitu waktu dimana orang yang anda cintai membutuhkan kehadiran anda secara fisik hadir di depannya. Bagi seorang anak kecil,mungkin waktu yang berkualitas bagi dia adalah waktu sore hari, dimana dia membutuhkan kehadiran anda, agar dia bisa menceritakan bagaimana serunya tadi dia bermain di sekolah. Bagi seorang suami, waktu yang berkualitas mungkin selepas makan malam, dimana dia berharap sang istri mau menemaninya berbincang-bincang tentang kondisi bisnisnya, tentang bagaimana membangun masa depan keluarga mereka. Apakah anda sebagai istri misalnya, BISA dan MAU menyediakan waktu tersebut, ataukah tayangan sinetron lebih menarik perhatian anda, dan membiarkan suami anda bersantai sendiri sambil membaca koran ? Dan bagi anda sang suami, apakah anda MASIH MEMPUNYAI WAKTU mengantar istri anda berbelanja, atau anda lebih suka mengutak-atik mobil anda dan membiarkan istri anda pergi sendiri ?
5. PELAYANAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling menonjol diantara yang lain, karena anda mau melakukan suatu tindakan bagi orang lain sebagai tanda cinta anda. Banyak orang yang salah mengartikan kata pelayanan disini, menganggap kita harus melakukan sesuatu 100% bagi orang lain. Padahal kata pelayanan disini artinya kita mau membantu orang yang kita cintai melakukan suatu tindakan yang sebelumnya tidak kita lakukan. Mungkin para suami bisa dengan membantu istri untuk memasak dan menyiapkan makan di dapur. Atau para istri bisa membantu suaminya untuk mencuci mobil. Hal-2 kecil seperti ini bisa membantu anda untuk mempererat tali kasih anda berdua.
Bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda menggunakan seluruh bahasa kasih tersebut untuk mengungkapkan perasaan anda kepada orang-2 yang anda cintai ? Lakukan yang terbaik dan dapatkan manfaatnya.
dari milis motivasi
Apa itu cinta....
Jika
kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo' akannya walaupun
dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki untuk
berjalan,dua tangan untuk memegang,dua telinga untuk mendengar dan dua
mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping
hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati
padaseseoranguntuk kita mencarinya.
Itulah Cinta ... Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untukmembangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut. Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Seandainya
kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis,ibaratkanlah
seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum
mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawaritu
menusuk jari.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati,sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpaberkata lagi.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati,sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpaberkata lagi.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati. Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambutoleh para pecinta PALSU.Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.
Cinta
kepada harta artinya bakhil, cinta kepadaperempuan artinya alam,cinta
kepada diri artinya bijaksana,cinta kepada mati artinya hidup dan
cintakepada Tuhan artinya Takwa. Lemparkan seorang yang bahagia dalam
bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan
pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti,pasti ia
akan mati kelaparan.Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa
manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih,
dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang
gemericing. Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah
dari milis motivasi
dari milis motivasi
Belajar dari Keledai
Di sebuah desa,
seorang petani kehilangan keledainya. Capek mencari, tak dia temukan
juga keledai itu. Tapi, ketika dia lelah mencari dan duduk di bagian
belakang rumah, samar telinganya mendengar ringkik memelas dari
keledainya. Suara itu lirih, sedih. Tapi di mana? Dan kenapa suara itu
bergema?
Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, jauh di belakang rumah, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Juga bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. "Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja," batinnya.
Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Dengan mengajak beberapa tetangga, dia mulai mengayuh sekop dan melemparkan timbunan tanah ke dalam sumur. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur. "Kian cepat, makin lekas tangisan keledai itu hilang," pikirnya.
Dan benarlah. Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur.Karena menyangka sudah tertimbun, dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Takjub. Terpukau. Ternyata, keledai itu masih segar-bugar, dan sibuk menggoyang-goyangka n badannya. Setiap satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggunya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan para tetangga menimbunkan tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur. Dan tak sampai setengah hari, sumur itu pun mulai penuh tanah, dan keledai itu meringkik, meloncati bibir sumur, dan berlari. Pergi.
Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satucara untuk keluar dari kotoran --kesedihan, masalah, cobaan, dan lainnya-- itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dan hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan. Keledai itu memberi contoh terbaik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.
dari milis motivasi
Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, jauh di belakang rumah, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Juga bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. "Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja," batinnya.
Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Dengan mengajak beberapa tetangga, dia mulai mengayuh sekop dan melemparkan timbunan tanah ke dalam sumur. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur. "Kian cepat, makin lekas tangisan keledai itu hilang," pikirnya.
Dan benarlah. Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur.Karena menyangka sudah tertimbun, dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Takjub. Terpukau. Ternyata, keledai itu masih segar-bugar, dan sibuk menggoyang-goyangka n badannya. Setiap satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggunya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan para tetangga menimbunkan tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur. Dan tak sampai setengah hari, sumur itu pun mulai penuh tanah, dan keledai itu meringkik, meloncati bibir sumur, dan berlari. Pergi.
Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satucara untuk keluar dari kotoran --kesedihan, masalah, cobaan, dan lainnya-- itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dan hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan. Keledai itu memberi contoh terbaik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.
dari milis motivasi
Belajar Mencintai
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
dari milis motivasi
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
dari milis motivasi
Kupon Dalam Bambu
Alkisah
ada seorang pengemis yang gemar membeli kupon berhadiah. Suatu hari
bukan main gembiranya dia, karena nomor undiannya keluar sebagai
pemenang pertama. Hadiah uang baru dapat diambil setengah bulan
kemudian.Karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang aman, maka kupon
yang menang itu di simpan dalam mangkok bambu sedekahnya yang menyertai
kemanapun dia pergi. Sejak hari itu, Si pengemis seolah-olah merasa
dirinya begitu
agung. Karena saking gembira,dia menjadi lupa diri, berjalan pun penuh lagak. Sehabis mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah rumah mewah, ada AC, televisi, kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan. Lalu sebuah mobil sedan, mencari
seorang isteri.....Wah! kehidupan demikian sungguh nikmat sekali.
Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bamboo sedekahnya ke dalam sungai, "Saya sudah kaya,untuk apa
lagi bambu usang ini?" Memang sudah nasibnya, waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.
agung. Karena saking gembira,dia menjadi lupa diri, berjalan pun penuh lagak. Sehabis mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah rumah mewah, ada AC, televisi, kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan. Lalu sebuah mobil sedan, mencari
seorang isteri.....Wah! kehidupan demikian sungguh nikmat sekali.
Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bamboo sedekahnya ke dalam sungai, "Saya sudah kaya,untuk apa
lagi bambu usang ini?" Memang sudah nasibnya, waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.
dari milis motivasi
Hukum Tabur Tuai
Ada
dua orang India sedang mengarungi badai salju di pegunungan Himalaya.
Mereka berjalan dengan susah payah karena udara yang sangat dingin
terasa sampai ke sumsum tulang dan terpaan angin dingin juga menambah
beratnya perjalanan mereka. Di tengah perjalanan tiba-tiba mereka
bertemu dengan seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan.
Karena kasihan melihat keadaan orang itu, orang India yang pertama
berkata kepada temannya, " Orang ini masih hidup. Kasihan sekali kalau
dia dibiarkan tergeletak di sini, dia pasti akan meninggal, mari kita
tolong dia." Tapi temannya menjawab," Bagaimana kita bisa menolongnya
kalau membawa diri sendiri saja sudah sangat susah di tengah badai
seperti ini. Kalau kau ingin membawanya, silahkan, tapi aku tidak akan
menolongmu."
Maka orang yang pertama dengan sangat susah payah memanggul tubuh orang yang tak berdaya itu sedangkan temannya lebih dulu melanjutkan perjalanan sendirian. Orang India yang pertama memang pada awalnya merasa perjalannya sangat berat karena beratnya tubuh orang yang dipanggulnya itu, tapi lama kelamaan ia tidak terlalu merasa kedinginan lagi karena kehangatan tubuh orang yang dipanggulnya itu juga menjalar ke tubuhnya, maka ia terus berjalan dengan pelan-pelan.
Kemudian di tepi perjalanan, dia melihat satu orang lagi yang tergeletak di tengah jalan, ketika ia memperhatikan lebih dekat orang itu sudah meninggal dunia dan dia adalah teman seperjalanannya tadi. Jadi karena tidak tahan terhadap cuaca yang sangat dingin itu, temannya itu akhirnya meninggal dunia karena kedinginan, sedangkan ia tertolong oleh panas tubuh orang yang ditolongnya itu.
dari milis motivasi
Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat
Seorang
pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang
yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi
pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu
tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat
guru ilmu pedang itu bertapa.
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru." Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?" Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?" Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Berapa lama waktu yang saya perlukan?" Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."
Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
Inspirasi: Illustrated Zen Story
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru." Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?" Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?" Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Berapa lama waktu yang saya perlukan?" Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."
Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
Inspirasi: Illustrated Zen Story
dari milsi motivasi
Mengapa....
Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
dari milis motivasi
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
dari milis motivasi
Jejak
Banyak
orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datang dan pergi
silih berganti. Ada yang tinggal untuk sementara waktu dan meninggalkan
jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yang membuat diri kita
berubah.
Alkisah seorang tukang lentera di sebuah desa kecil, setiap petang lelaki tua ini berkeliling membawa sebuah tongkat obor penyulut lentera dan memanggul sebuah tangga kecil. Ia berjalan keliling desa menuju ke tiang lentera dan menyandarkan tangganya pada tiang lentera, naik dan menyulut sumbu dalam kotak kaca lentera itu hingga menyala lalu turun, kemudian ia panggul tangganya lagi dan berjalan menuju tiang lentera berikutnya.
Begitu seterusnya dari satu tiang ke tiang berikutnya, makin jauh lelaki tua itu berjalan dan makin jauh dari pandangan kita hingga akhirnya menghilang ditelan kegelapan malam. Namun demikian, bagi siapapun yang melihatnya akan selalu tahu kemana arah perginya pak tua itu dari lentera-lentera yang dinyalakannya. Penghargaan tertinggi adalah menjalani kehidupan sedemikian rupa sehingga pantas mendapatkan ucapan: "Saya selalu tahu kemana arah perginya dari jejak-jejak yang ditinggalkannya. "
Seperti halnya perjalanan si lelaki tua dari satu lentera ke lentera berikutnya, kemanapun kita pergi akan meninggalkan jejak. Tujuan yang jelas dan besarnya rasa tanggung jawab kita adalah jejak-jejak yang ingin diikuti oleh putera puteri kita dan dalam prosesnya akan membuat orang tua kita bangga akan jejak yang pernah mereka tinggalkan bagi kita. Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan anda yang akan menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yang mengikutinya.
dari milis motivasi
Selimut Pengaman
Ketika
saya baru saja lulus dari sebuah seminari, istri saya, Kathy, dan saya
pindah bersama dengan putra kami yang berusia 2 tahun, Nate, ke sebuah
desa kecil di Alaska. Pesawat kecil berpenumpang 3 dan 4 yang kami
tumpangi untuk penerbangan lanjutan kami sangat menakutkan putra kecil
kami sehingga ia mengambil selimut kesayangannya dan menutupi kepalanya
sampai kami mendarat di jalur landasan kecil yang terbuat dari tanah.
Kemudian, selama bulan-bulan penyesuaian yang panjang, ketika kami belajar bagaimana cara hidup di tempat yang baru di antara orang-orang baru yang mempunyai kebudayaan yang berbeda, putra saya membawa selimut pengamannya kemanapun ia pergi, dan akhirnya selimut itu cepat menjadi lunak dan kumal. Ia tidak dapat tidur sebelum ia mendapatkan selimutnya dan menyelinap ke dalam kehanggatannya.
Tahun ke 2 kami berada di desa tersebut, saya mendapat kesempatan sebagai pembecara tamu di sebuah konferensi misi di Seattle. Ketika saya sedang berkemas untuk perjalanan tersebut, putra saya mengikuti saya di sekeliling ruangan, bertanya ke mana saya akan pergi, dan berapa lama saya bepergian, dan mengapa saya harus berbicara kepada orang-orang tersebut, dan apakah ada yang akan menyertai saya?
Karena sedang mempersiapkan pidato saya di dalam pikiran saya, saya agak terganggu dan khawatir apakah dapat mengejar pesawat kecil yang ke luar dari desa itu tepat pada waktunya.
Putra saya tampaknya paling khawatir mengenai keharusan saya untuk terbang dalam cuaca buruk di dalam salah satu pesawat kecil yang sangat ditakutinya.
Saya meyakinkan dia bahwa saya akan baik-baik saja, dan saya memintanya untuk menjaga ibunya sampai saya pulang. Dengan sebuah pelukan di pintu, saya pergi ke jalur pendaratan desa tersebut dan ke tempat konferensi. Ketika saya tiba di hotel di Seattle, saya tidak sempat mengeluarkan isi kopor sampai malam harinya, dan saya sangat ketakutan saat saya membuka kopor saya dan menemukan selimut pengaman anak saya di dalamnya.
Saya membayangkan istri saya berusaha dengan susah payah untuk menemukan selimut tersebut saat ia menyiapkan putra kami untuk tidur. Saya segera berlari ke pesawat telepon untuk menghubungi Kathy dan memberitahukan bahwa selimut tersebut ada di dalam kopor saya, sehingga ia dapat meyakinkan putra kami yang panik.
Kathy menerima telepon itu dan hampir tidak mempunyai kesempatan untuk menjawab ketika saya mulai menjelaskan bahwa selimut tersebut ada di dalam kopor saya dan saya tidak tahu bagaimana selimut itu bisa secara tidak sengaja ikut terkemas. Saya sedang di tengah-tengah usaha untuk meminta maaf ketika Kathy menenangkan saya dengan berita bahwa ia sudah mengetahui di mana selimut itu berada.
Ia memberitahukan saya bahwa ia telah mengendong Nate dan membawanya ke dekat jendela agar ia dapat mengawasi saya pergi dari rumah. Ia mengusulkan agar mereka berdoa untuk "Ayah supaya mendapatkan perjalanan yang aman." Sebab kami tahu bahwa putra kami paling takut dengan penerbangan menggunakan pesawat kecil ke lapangan terbang utama, istri saya berdoa, "Tuhan yang terkasih, tolonglah agar Ayah merasa aman di dalam pesawat kecil itu." Ketika doa tersebut selesai, putra kami Nate berbicara dan menenangkan ibunya. "Jangan khawatir, Bu, saya memberikan selimut saya kepada Ayah untuk menjaganya agar tetap selamat."
bye Dr. Bruce Humphrey
From: Chicken Soup for the Christian Soul
dari milis motivasi
Di Balik Cermin
Ketika saya masih
kecil, kami tinggal di kota New York, hanya satu blok dari rumah
kakek-nenek saya. Setiap malam, kakek saya selalu melakukan
"kewajibannya," dan di setiap musim panas, saya selalu ikut dengannya.
Pada suatu malam, ketika Grandpa (kakek) dan saya sedang jalan kaki
bersama, saya menanyakan apa bedanya keadaan sekarang dengan dulu,
ketika dia masih kecil di tahun 1964. Grandpa bercerita tentang
jamban-jamban di luar rumah, bukan toilet mengkilap, kuda- kuda, bukan
mobil, surat-surat, bukan telepon, dan lilin-lilin, bukan lampu-lampu
listrik.
Sementara dia menceritakan semua hal-hal indah yang sama sekali tidak pernah terbayang di kepala saya, hati kecil saya mulai penasaran. Lalu saya tanyakan kepadanya,"Grandpa, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidupmu?" Grandpa berhenti melangkah, memandang cakrawala, dan membisu beberapa saat. Lalu dia berlutut, menggenggam tangan saya, dan dengan air mata berlinang dia mengatakan: "Ketika ibumu dan adik-adiknya masih kecil-kecil, Grandma (nenek) sakit parah dan untuk bisa sembuh, dia harus di rawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali.
Tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan paman-pamanmu kalau aku sedang pergi kerja, jadi mereka kutitipkan di panti asuhan. Para biarawati yang membantuku mengurusi mereka, sementara aku harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Grandma bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah." "Yang paling sulit dalam hidupku adalah, aku harus menaruh mereka di panti asuhan.
Setiap minggu aku mengunjungi mereka, tetapi para biarawati itu tidak pernah mengijinkan aku mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka. Aku hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Aku selalu membawakan permen setiap minggu, berharap mereka tahu itu pemberianku. Aku hanya bisa menaruh kedua tanganku di atas cermin itu selama tiga puluh menit penuh, waktu yang mereka ijinkan untuk aku melihat anak- anakku, berharap mereka akan datang dan menyentuh tanganku. "
"Satu tahun penuh kulalui tanpa menyentuh anak-anakku. Aku sangat merindukan mereka. Tetapi aku juga tahu bahwa itulah tahun yang lebih sulit lagi bagi mereka. Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa memaksa biarawati itu mengijinkan aku memeluk anak-anakku. Tetapi kata mereka, kalau diijinkan, itu malah akan lebih memperburuk keadaan, bukan memperbaikinya, dan mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan itu. Jadi aku menurut saja." Saya tidak pernah melihat Grandpa menangis. Dia memeluk saya erat-erat dan saya katakan kepadanya bahwa saya memiliki Grandpa terbaik di seluruh dunia dan saya sangat menyayanginya.
Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan acara jalan-jalan istimewa dengan Grandpa itu kepada siapapun. Dari tahun ke tahun kami tetap rajin jalan-jalan, sampai keluarga saya dan kakek-nenek saya pindah ke negara bagian yang berbeda. Setelah nenek saya meninggal dunia, kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya yakin itulah periode penuh tekanan baginya. Saya memohon kepada ibu saya untuk memperbolehkan Grandpa tinggal bersama kami, tetapi ibu saya menolaknya. Saya terus merengek, "Ini kan sudah kewajiban kita sebagai keluarga untuk memikirkan apa yang terbaik baginya."
Dengan sedikit marah, ibu membentak, "Kenapa? Dia sendiri sama sekali tidak pernah perduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak-anaknya!" Saya tahu apa yang ibu maksud. "Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian," kata saya. Ibu saya menjawab," Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!" "Hal tersulit baginya adalah harus menaruh ibu dan paman Eddie dan paman Kevin di panti asuhan." "Siapa yang cerita begitu padamu?" tanyanya.
Ibu saya sama sekali tidak pernah membicarakan masa-masa itu kepada kami. "Mom, dia selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Dia selalu membawakan permen setiap kali dia datang. Dia tidak pernah absen setiap minggu. Dia benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!" "Kau bohong! Dia tidak pernah datang. Tidak pernah ada yang datang menjenguk kami." "Lalu bagaimana aku bisa tahu soal kunjungan itu kalau bukan dia yang cerita ? Bagaimana aku bisa tahu oleh-oleh yang dibawanya? Dia benar-benar datang. Dia selalu datang. Para biarawati itulah yang tidak pernah mengijinkan dia menemui kalian, karena kata mereka, akan terlalu sulit bagi anak-anak kalau melihat ayahnya sudah harus pergi lagi. Mom, Grandpa menyayangimu, dan selalu begitu!"
Grandpa selalu beranggapan anak-anaknya tahu dia berdiri dibalik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, dia pikir mereka telah melupakan kunjungan-kunjungannya. Sementara, ibu saya dan adik- adiknya beranggapan dia tidak pernah datang mengunjungi mereka. Setelah saya menceritakan kebenaran itu kepada ibu saya, hubungannya dengan Grandpa mulai berubah. Dia menyadari bahwa ayahnya selalu menyayanginya, dan akhirnya Grandpa tinggal bersama kami sampai akhir hidupnya.
dari milis motivasi
Sementara dia menceritakan semua hal-hal indah yang sama sekali tidak pernah terbayang di kepala saya, hati kecil saya mulai penasaran. Lalu saya tanyakan kepadanya,"Grandpa, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidupmu?" Grandpa berhenti melangkah, memandang cakrawala, dan membisu beberapa saat. Lalu dia berlutut, menggenggam tangan saya, dan dengan air mata berlinang dia mengatakan: "Ketika ibumu dan adik-adiknya masih kecil-kecil, Grandma (nenek) sakit parah dan untuk bisa sembuh, dia harus di rawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali.
Tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan paman-pamanmu kalau aku sedang pergi kerja, jadi mereka kutitipkan di panti asuhan. Para biarawati yang membantuku mengurusi mereka, sementara aku harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Grandma bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah." "Yang paling sulit dalam hidupku adalah, aku harus menaruh mereka di panti asuhan.
Setiap minggu aku mengunjungi mereka, tetapi para biarawati itu tidak pernah mengijinkan aku mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka. Aku hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Aku selalu membawakan permen setiap minggu, berharap mereka tahu itu pemberianku. Aku hanya bisa menaruh kedua tanganku di atas cermin itu selama tiga puluh menit penuh, waktu yang mereka ijinkan untuk aku melihat anak- anakku, berharap mereka akan datang dan menyentuh tanganku. "
"Satu tahun penuh kulalui tanpa menyentuh anak-anakku. Aku sangat merindukan mereka. Tetapi aku juga tahu bahwa itulah tahun yang lebih sulit lagi bagi mereka. Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa memaksa biarawati itu mengijinkan aku memeluk anak-anakku. Tetapi kata mereka, kalau diijinkan, itu malah akan lebih memperburuk keadaan, bukan memperbaikinya, dan mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan itu. Jadi aku menurut saja." Saya tidak pernah melihat Grandpa menangis. Dia memeluk saya erat-erat dan saya katakan kepadanya bahwa saya memiliki Grandpa terbaik di seluruh dunia dan saya sangat menyayanginya.
Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan acara jalan-jalan istimewa dengan Grandpa itu kepada siapapun. Dari tahun ke tahun kami tetap rajin jalan-jalan, sampai keluarga saya dan kakek-nenek saya pindah ke negara bagian yang berbeda. Setelah nenek saya meninggal dunia, kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya yakin itulah periode penuh tekanan baginya. Saya memohon kepada ibu saya untuk memperbolehkan Grandpa tinggal bersama kami, tetapi ibu saya menolaknya. Saya terus merengek, "Ini kan sudah kewajiban kita sebagai keluarga untuk memikirkan apa yang terbaik baginya."
Dengan sedikit marah, ibu membentak, "Kenapa? Dia sendiri sama sekali tidak pernah perduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak-anaknya!" Saya tahu apa yang ibu maksud. "Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian," kata saya. Ibu saya menjawab," Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!" "Hal tersulit baginya adalah harus menaruh ibu dan paman Eddie dan paman Kevin di panti asuhan." "Siapa yang cerita begitu padamu?" tanyanya.
Ibu saya sama sekali tidak pernah membicarakan masa-masa itu kepada kami. "Mom, dia selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Dia selalu membawakan permen setiap kali dia datang. Dia tidak pernah absen setiap minggu. Dia benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!" "Kau bohong! Dia tidak pernah datang. Tidak pernah ada yang datang menjenguk kami." "Lalu bagaimana aku bisa tahu soal kunjungan itu kalau bukan dia yang cerita ? Bagaimana aku bisa tahu oleh-oleh yang dibawanya? Dia benar-benar datang. Dia selalu datang. Para biarawati itulah yang tidak pernah mengijinkan dia menemui kalian, karena kata mereka, akan terlalu sulit bagi anak-anak kalau melihat ayahnya sudah harus pergi lagi. Mom, Grandpa menyayangimu, dan selalu begitu!"
Grandpa selalu beranggapan anak-anaknya tahu dia berdiri dibalik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, dia pikir mereka telah melupakan kunjungan-kunjungannya. Sementara, ibu saya dan adik- adiknya beranggapan dia tidak pernah datang mengunjungi mereka. Setelah saya menceritakan kebenaran itu kepada ibu saya, hubungannya dengan Grandpa mulai berubah. Dia menyadari bahwa ayahnya selalu menyayanginya, dan akhirnya Grandpa tinggal bersama kami sampai akhir hidupnya.
dari milis motivasi
Minggu, 08 Januari 2012
Jam Tangan Yang Hilang
Suasana menjadi ramai. Para pekerja yang lain membantu mencari jam tangan itu. Mereka tahu bahwa sang tukang kayu yang kehilangan jam tangan mendapatkan benda tersebut dari putera semata wayangnya yang bekerja di kota. Menghilangkan benda tersebut tentu akan membuat sang putera kecewa karena ayahnya tidak bisa menjaga benda mahal itu dengan baik. Semua orang mencari, tetapi hingga siang, jam tangan itu tidak ditemukan.
Pada saat jam makan siang, para pekerja ke luar untuk mencari makan. Beberapa di antara mereka menghibur pemotong kayu yang kehilangan jam tangannya, tetapi dia tetap murung dan menyesal karena memakai jam tangan itu saat bekerja. Dia tidak berselera menghabiskan makan siangnya, sehingga dia kembali ke dalam tempat pemotongan kayu untuk mencari jam tangan itu sekali lagi.
Tanpa disadari, di dalam tempat pemotongan kayu ada seorang anak laki-laki yang memberikan sebuah jam tangan pada tukang kayu tersebut. Itu adalah jam tangan yang hilang. Sang pemotong kayu tentu senang dan menanyakan pada anak kecil tersebut, bagaimana dia bisa menemukannya sementara para pekerja telah mencari jam tangan tersebut sepanjang pagi dan tidak menemukannya.
Anak kecil itu menjawab, "Saya hanya diam saja saat Anda kehilangan jam tangan itu dan saat orang-orang mencarinya. Saya menunggu hingga kalian semua meninggalkan tempat ini. Dengan begitu saya dapat menemukan jam tangan Anda hanya dengan mendengar suara tik tok tik tok,"Pria itu tersenyum dan berterima kasih pada anak laki-laki yang memang sering membantu para pekerja untuk menumpuk kayu yang telah di potong.
Sahabat rif'an...saat masalah datang, rasa panik seringkali melanda. Tidak jarang kita meminta bantuan dari banyak pihak dan mereka tidak keberatan untuk membantu kita. Hanya saja, seringkali menyelesaikan masalah bersama-sama dan tanpa pemikiran justru tidak menyelesaikan apapun. Kadang, duduk diam terlebih dahulu dan memikirkan pemecahan masalah akan lebih baik daripada 'mengeroyok' masalah tersebut tanpa pemikiran yang matang. Masalah hanya akan terselesaikan dengan baik melalui pemikiran yang tenang.
SUMBER:kapanlagi.com
Izinkan Aku Menciummu Bu
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia
selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan
mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku 'dipaksa' membantunya
memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan
sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan
rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga
piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal
dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya
aku selalu bersungut-sungut.
Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu.
Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu.Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.
Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya.Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.
Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.
Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.
Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.
Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.
Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguk nya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.
dari milis motivasi
Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu.
Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu.Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.
Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya.Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.
Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.
Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.
Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.
Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.
Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguk nya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.
dari milis motivasi
Aku Tahu, Setidaknya Aku Pernah Mencoba...
Berapa kali Anda menyesal di dalam hidup? Satu kali? Dua kali? Atau
bahkan ada yang menjawabnya sering? Lantas apa yang menyebabkan Anda
seringkali menyesal?
Ah, jawabannya pasti karena gagal atau tak sesuai dengan harapan Anda, bukan? Tetapi pikirkan kembali, lebih menyesal mana saat Anda mengalami kegagalan atau Anda tak pernah mencobanya? Kami berani bertaruh, penyesalan terdalam adalah saat Anda tak berani mencoba sesuatu...
Aku adalah siswi SMU yang menurutku biasa-biasa saja, tetapi aku tahu benar bahwa sejak aku duduk di bangku SMU ini setiap hari selalu ada pria yang berusaha mengambil hatiku, menyatakan bahwa ia mencintaiku. Awalnya hal itu menyenangkan, sampai tiba di tahun ke-3 dan semua hal itu berubah menjadi hal yang menjengkelkan dan membosankan.
Terlebih lagi ada seorang pria dari kelasku. Ia orang yang paling membosankan menurutku. Sejak tahun pertama, kami selalu sekelas. Ia memang murid terpandai, tetapi lihat saja penampilannya. Oh, sama sekali tak rapi. Setidaknya aku masih bisa menikmati perlakukan pria-pria lain yang manis dan selalu tampil keren. Tapi yang ini? He is like a disaster to me!
Hingga suatu hari, menjelang perpisahan. Ia memberanikan diri naik ke panggung di malam pensi. Hah, apa pula ini? Bila pria lain yang melakukannya mungkin aku masih bisa tersenyum dan bangga, tetapi si kutu buku ini yang melakukannya. Oh tidak, tamatlah riwayatku! Kataku dalam hati.
Namun, hari itu juga, hidupku berubah!
Setelah dipermalukan di depan panggung dan ditertawakan seluruh isi sekolah, aku menariknya turun dan membawanya ke sebuah ruang kelas yang sepi. Aku memarahinya habis-habisan dan memprotes semua ulahnya. Rasanya semua emosiku selama tiga tahun tumpah saat itu juga. Aku tahu kata-kataku tak enak didengar olehnya, bahkan mungkin teman-teman tak menduga bahwa aku bisa menjadi sosok yang kasar dan kejam seperti itu. Ia hanya terdiam di depanku. Memandang dan mencermati setiap kata-kataku hingga akupun canggung sendiri.
"Lihat apa kamu?"
"Apa sih sebenarnya maumu? Mengapa kamu melakukan hal yang kamu sudah tahu bahwa kamu akan gagal?" tanyaku.
"Aku tahu, aku mungkin tak pantas untukmu. Tetapi setidaknya aku berani mencoba..." katanya.
Aku terdiam. Terdiam cukup lama untuk menelan dan memahami setiap kata-katanya. Sebenarnya memang ia yang paling konsisten untuk menunjukkan rasa sukanya padaku. Tiga tahun. Bukan waktu yang singkat untuk seseorang bertahan menyatakan perasaan pada orang yang disukainya. Kebanyakan pria yang menyatakan cintanya padaku telah menemukan kekasih setelah kutolak. Tak ada yang kekeuh mengejar sekian lama seperti si kutu buku ini.
Kemudian aku tahu, bahwa ia akan lebih menyesal menyimpan perasaannya seorang diri dan tak melakukan apapun untuk menyatakan perasaannya padaku. Ia berpikir, lebih baik ia ditolak ketimbang harus diam saja. Dan, sebenarnya diam-diam aku cukup kagum terhadapnya. Ia sudah kutolak berkali-kali, namun ia tetap berusaha.
"Kupikir ini adalah kesempatan terakhirku. Aku memberikan diriku sebuah tenggat waktu. Bila toh memang pada akhirnya kau tetap menolakku, aku tak akan menyesal karena aku telah mencobanya..." katanya lagi.
Dan aku pun memeluknya. Memeluknya erat dan mengatakan "Yes, I do!"
Memang tak semua usaha selalu diakhiri dengan hal yang manis dan membahagiakan. Seringkali bahkan diakhiri dengan kekecewaan dan kepedihan. Tetapi, apalah arti sebuah kecewa dibanding penyesalan seumur hidup, kawan? SUMBER: Agatha Yunita
Ah, jawabannya pasti karena gagal atau tak sesuai dengan harapan Anda, bukan? Tetapi pikirkan kembali, lebih menyesal mana saat Anda mengalami kegagalan atau Anda tak pernah mencobanya? Kami berani bertaruh, penyesalan terdalam adalah saat Anda tak berani mencoba sesuatu...
Aku adalah siswi SMU yang menurutku biasa-biasa saja, tetapi aku tahu benar bahwa sejak aku duduk di bangku SMU ini setiap hari selalu ada pria yang berusaha mengambil hatiku, menyatakan bahwa ia mencintaiku. Awalnya hal itu menyenangkan, sampai tiba di tahun ke-3 dan semua hal itu berubah menjadi hal yang menjengkelkan dan membosankan.
Terlebih lagi ada seorang pria dari kelasku. Ia orang yang paling membosankan menurutku. Sejak tahun pertama, kami selalu sekelas. Ia memang murid terpandai, tetapi lihat saja penampilannya. Oh, sama sekali tak rapi. Setidaknya aku masih bisa menikmati perlakukan pria-pria lain yang manis dan selalu tampil keren. Tapi yang ini? He is like a disaster to me!
Hingga suatu hari, menjelang perpisahan. Ia memberanikan diri naik ke panggung di malam pensi. Hah, apa pula ini? Bila pria lain yang melakukannya mungkin aku masih bisa tersenyum dan bangga, tetapi si kutu buku ini yang melakukannya. Oh tidak, tamatlah riwayatku! Kataku dalam hati.
Namun, hari itu juga, hidupku berubah!
Setelah dipermalukan di depan panggung dan ditertawakan seluruh isi sekolah, aku menariknya turun dan membawanya ke sebuah ruang kelas yang sepi. Aku memarahinya habis-habisan dan memprotes semua ulahnya. Rasanya semua emosiku selama tiga tahun tumpah saat itu juga. Aku tahu kata-kataku tak enak didengar olehnya, bahkan mungkin teman-teman tak menduga bahwa aku bisa menjadi sosok yang kasar dan kejam seperti itu. Ia hanya terdiam di depanku. Memandang dan mencermati setiap kata-kataku hingga akupun canggung sendiri.
"Lihat apa kamu?"
"Apa sih sebenarnya maumu? Mengapa kamu melakukan hal yang kamu sudah tahu bahwa kamu akan gagal?" tanyaku.
"Aku tahu, aku mungkin tak pantas untukmu. Tetapi setidaknya aku berani mencoba..." katanya.
Aku terdiam. Terdiam cukup lama untuk menelan dan memahami setiap kata-katanya. Sebenarnya memang ia yang paling konsisten untuk menunjukkan rasa sukanya padaku. Tiga tahun. Bukan waktu yang singkat untuk seseorang bertahan menyatakan perasaan pada orang yang disukainya. Kebanyakan pria yang menyatakan cintanya padaku telah menemukan kekasih setelah kutolak. Tak ada yang kekeuh mengejar sekian lama seperti si kutu buku ini.
Kemudian aku tahu, bahwa ia akan lebih menyesal menyimpan perasaannya seorang diri dan tak melakukan apapun untuk menyatakan perasaannya padaku. Ia berpikir, lebih baik ia ditolak ketimbang harus diam saja. Dan, sebenarnya diam-diam aku cukup kagum terhadapnya. Ia sudah kutolak berkali-kali, namun ia tetap berusaha.
"Kupikir ini adalah kesempatan terakhirku. Aku memberikan diriku sebuah tenggat waktu. Bila toh memang pada akhirnya kau tetap menolakku, aku tak akan menyesal karena aku telah mencobanya..." katanya lagi.
Dan aku pun memeluknya. Memeluknya erat dan mengatakan "Yes, I do!"
Memang tak semua usaha selalu diakhiri dengan hal yang manis dan membahagiakan. Seringkali bahkan diakhiri dengan kekecewaan dan kepedihan. Tetapi, apalah arti sebuah kecewa dibanding penyesalan seumur hidup, kawan? SUMBER: Agatha Yunita
Terima Kasih Telah Menolak Cintaku
Siapa sih yang ingin ditolak cintanya, aku rasa semua lelaki yang
pernah merasakan jatuh cinta pasti berharap cintanya diterima. Tetapi
aku cukup beruntung ketika aku jatuh cinta dan akhirnya tertolak. Aku
sebenarnya lelaki yang sukar sekali jatuh cinta, mungkin karena saat
itu aku belum menemukan seseorang yang benar-benar aku cintai dengan
tulus, bukan karena nafsu atau iri saat melihat teman-teman sebayaku
telah memiliki kekasih. Aku lebih senang menunggu, walau sebenarnya saat
itu banyak perempuan yang mencoba mendekati aku
Karena hal itu, aku sempat diisukan sebagai lelaki yang tak normal
karena tak pernah jatuh cinta. Bahkan sampai aku menginjak kelas tiga
SMU, aku masih senang sendiri, merajut keceriaan tanpa kehadiran sang
pujaan hati, memotong kesedihan dengan kesendirian dan membiarkan air
mata ini jatuh dari kelopaknya, setetes demi setetes sampai akhirnya
jiwa ini kembali menemukan harinya.
Tetapi terus terang, aku akhirnya jatuh cinta untuk yang pertama
kalinya, walau saat itu sebenarnya aku tak pernah menyadari perasaan
itu. berawal dari ketidak sengajaan saat aku mendengarkan percakapan
diruangan kepala sekolah, aku melihat Pesek (bukan nama sebenarnya) teman
sekelasku yang seorang juara kelas, sedang bernegosiasi untuk meminta
keringanan biaya untuk ujian akhir. Dan aku tak pernah menyangka, jika
Pesek si juara kelas itu adalah hanya anak seorang pedagang bakso keliling
Entah mengapa saat itu aku begitu tersentuh. Setiap ada waktu, dikelas
atau dimanapun ada kesempatan,aku mencoba untuk mengajak bicara sang
bintang kelas itu. Namun sejauh itu, tak ada respon sedikit pun darinya.
Semakin lama aku semakin faham, untuk seorang Pesek, perhatian dari
seorang lelaki sepertiku tidaklah begitu penting baginya. Karena
begitu banyak beban keluarga yang ada di pundaknya.
Setiap hari berganti, setiap itu pula rasa simpatikku terhadapnya
semakin bertambah. Tetapi Pesek tetaplah seperti yang aku kenal
sebelumnya Tidak ada kegundahan sedikitpun yang terlihat diraut
wajahnya. Padahal aku tahu betul, batas akhir pembayaran ujian akhir
sisa dua minggu lagi. Tetapi itulah Pesek, ia tetap bisa belajar dengan
tenang, menjawab pertanyaan dengan tepat, bertanya dengan kritis, dan
berdiskusi dengan bijaksana. Pesek tetap bisa menjadi bintang, bahkan
bukan hanya bintang di kelas, namun juga di hatiku. Dan akupun
memutuskan mengorbankan sebagian uang tabunganku.
Saat itu ketika jam istirahat, nama Pesek di panggil di speaker sekolah
untuk segera ke ruang tata usaha. Disana ia begitu terkejut, ketika
menerima kuitansi pelunasan uang ujian akhir atas namanya. Siapa yang
berbaik hati membayarkannya ? Pesek pun bertanya-tanya akan hal itu. Tidak
ada pesan di kuitansi itu, kecuali sebuah tanda tangan yang dibubuhi
tulisan : “sahabat yang mengagumimu”:
Tak ada yang ingin ditolak cintanya. Begitupun dengan aku, yang kini
mulai menyadari, bahwa hatiku telah tercuri. Dengan perasaanku ini, aku
yakin, bahwa aku tidak mencintai orang yang salah. Aku juga yakin,
cinta murni yang selalu kusimpan rapi hanya untuk diberikan pada Pesek.
Namun, aku bingung bagaimana harus mengekpresikan perasaannya. Aku
hanya bisa mencuri kesempatan ketika jam diskusi, atau sesekali di
perpustakaan.
Siang itu di perpustakaan, aku mengembalikan buku yang sengaja aku
pinjam kemarin pada Pesek. Tanpa perasaan apa-apa, Pesekpun menerima buku
itu. Namun ia dikejutkan pada sebuah kartu yang sengaja kuselipkan
didalamnya, kartu itu berwarna merah jambu, menyebarkan wangi semerbak
aroma bunga, senada dengan puisi yang tertulis didalamnya : “ kenapa
tidak kau letakkan tangan itu, Ketika penat menggelabuimu, Padahal
selalu ada bahu yang menunggu. Letakkanlah.. Tangan itu di bahunya
Bukan hanya untuk berbagi..Tapi karena ia ingin mencintai.. Sahabat
yang mengagumimu…….
Tetapi aku sangat terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba saja berubah
saat ia menyadari siapa yang telah melunasi biaya ujian akhirnya dan
juga menyadari bahwa aku mencintainya. Dan sungguh aku tak percaya jika
ia menolak semuanya, menolak semua bantuanku dan yang lebih menyakitkan
ia menolak rasa sayangku kepadanya, “ Tunggu Sek…!” aku menghapus air
mataku, “ Kenapa… kenapa aku tidak boleh menyayangimu? aku tulus
menyayangimu.. aku hanya menyayangimu Sek, dan tidak memintamu untuk
menjadikanku pacar…”
Dengan perasaan kalut, sang lelaki pun mengungkapkan perasaaannya pada
sebuah tembok toilet di sekolah, tanpa sadar ia torehkan tembok itu
dengan tulisan “ I LOVE U, PESEK” Sepuluh tahun itu berlalu, aku kini
bukanlah lelaki yang lemah seperti dulu. Saat ini aku tengah sukses
mengembangkan usaha, aku juga telah memiliki istri dan seorang buah
hati, hidup berbahagia dan tak kurang suatu apapun.
Disuatu pagi, ada seorang sales yang memaksa bertemuku, tetapi karena
kesibukanku, aku meminta sekretarisku untuk menanganinya. Tetapi anehnya
sales tersebut tetap memaksaku untuk bertemu, karena lama menunggu
akhirnya sales tersebut meninggalkan pesan. Dan aku begitu terkejut
ketika membaca pesannya yang membuka kembali lukaku sepuluh tahun silam
“Untuk seseorang yang pernah menorehkan namaku di tembok toilet SMU
dengan kata-kata “I Love U PESEK”, AKU MOHON MAAF. Karena kini dia sudah
lebih baik dariku, sudah berbenah, bahkan melebihi dari kesempurnaanku
dulu. Setidaknya aku berharap dia sudi memaafkanku, meskipun tanpa harus
berharap dapat merebut hatinya yang sudah layu…, PESEK…Aku menghela
nafas panjang. Kemudian tanpa sadar, pena ditanganku menuntun untuk
menjawab tulisan itu : Terima kasih, karena dulu telah menolak cinta
ku.
Sabtu, 07 Januari 2012
Berani Melepaskan
Ada hal-hal yang tidak
ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi
ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena
orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa
orang itu akan lebih berbahagia apabila kitamelepaskannya.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketikakita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".
Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaikbuat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kitaberkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...namun Anda telah memahami sesuatu...!Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saatmelepaskan...!!
dari milis motivasi
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketikakita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".
Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaikbuat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kitaberkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...namun Anda telah memahami sesuatu...!Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saatmelepaskan...!!
dari milis motivasi
Kamis, 05 Januari 2012
Penantian Sang Ayah
Ada hal-hal yang tidak
ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi
ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena
orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa
orang itu akan lebih berbahagia apabila kitamelepaskannya.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketikakita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".
Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaikbuat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kitaberkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...namun Anda telah memahami sesuatu...!Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saatmelepaskan...!!
dari milis motivasi
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketikakita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".
Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaikbuat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kitaberkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...namun Anda telah memahami sesuatu...!Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saatmelepaskan...!!
dari milis motivasi
Penantian Panjang
Demi kekasihnya yang sekarat, seorang wanita rela menjadi
seekor kupu-kupu untuk menyelamatkan jiwanya. Penantiannya yang panjang
justru membalikkan kisah cinta mereka menjadi kesedihan. Di sebuah kota
kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling
mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak
gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap
orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan
pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama
lain. Namun pada suatu hari, malang.. sang lelaki mengalami luka berat
akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien.. beberapa
malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita
menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil
kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota
tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air
matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu
telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu,
sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak
terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada
suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu,
lalu IA memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian
kepada dirinya.
Tuhan bertanya kepadanya: "Apakah kamu benar-benar
bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?". Si wanita tanpa
ragu sedikitpun menjawab: "Ya". Tuhan berkata: "Baiklah, Aku bisa
segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji
menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah
kamu juga bersedia?". Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan
jawaban yang pastimenjawab: "saya bersedia!". Hari telah terang. Si
wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada
Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu
benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang
dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa
masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang
dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah
sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang
wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu
sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.Sang lelaki sepanjang hari
tidak makan dan istirahat, terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya,
begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang
telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di
sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia
hanya bisa memandangnya secara diam-diam.
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk
meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan
tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu
sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus
membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium
keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh
di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya
dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri & mau tidak mau dengan
berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan
membawa harapan.Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang
kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari
kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang
tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik. Dalam
sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar
tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak
percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang
selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki.
Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan
betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga
melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala dsb. Sang
kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat
kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari
terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yg pernah di
milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang
wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas
bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi utk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat embusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu. Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam gereja kecil telah di penuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada di bawah berikrar di hadapan Tuhan dgn mengatakan: "saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu. Dengan pedih hati, Tuhan menarik napas: "Apakah kamu menyesal?". Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya: "Tidak". Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan: "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya: "Biarkanlah aku mjd kupu2 seumur hidup".
ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi utk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat embusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu. Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam gereja kecil telah di penuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada di bawah berikrar di hadapan Tuhan dgn mengatakan: "saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu. Dengan pedih hati, Tuhan menarik napas: "Apakah kamu menyesal?". Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya: "Tidak". Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan: "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya: "Biarkanlah aku mjd kupu2 seumur hidup".
ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.
Posted by inspirasirifan.blogspot.com
Selasa, 03 Januari 2012
Tak Pernah Tidur
Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11
malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.
Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat
berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap
sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan. Setengah
berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng
yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana Lumayan, pikir
saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian
ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan
saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya
saat saya meminta ijin berteduh. Benar saja, hujan mulai deras, dan kami
makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman
atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "tolong bikin
mie goreng pak, di makan disini saja.
Sang Bapak
tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu
dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan
sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya
cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja, mie
goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai
hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras
nih,orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh
kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.."
katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam. "Kalau hujan begini, jadi
sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang
dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli
kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu
tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...
Tuhan itu
tidak pernah istirahat, begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana.
Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung
pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah
tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa
ngojek payung kalau besok masih hujan.....". Degh. Dduh, hati saya
tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". Allah Memang Maha
Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya
telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak
ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam,
membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan
Tuhan.
Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah
bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa
rezeki itu selalu berupa materi,dan hal nyata yang bisa digenggam dan
dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa,
maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan,
memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi
setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu
diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula
yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau
mendorong mobil yang mogok. Hmm...saya makin bergegas untuk
menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti
lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya."Ya Allah, Engkau
Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun
telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang
teringat, Gusti Allah Ora Sare.....Gusti Allah Ora Sare....
Cinta Laki-laki biasa
MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari- hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak- kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. "Nania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya. "Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!" Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. "Tapi kenapa?" Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa. Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Mereka akhirnya menikah. Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik- bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.
Nania mengandung yang ketiga. Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. Harus segera dikeluarkan! Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, Nania tak enunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. pembukaan berjalan lambat sekali. Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya. Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal. Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu.
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya. Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta. Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang ber keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. "Baik banget suaminya!" "Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!" "Nania beruntung!" Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.
Diambil dari milis motivasi
KOPI ASIN
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapipada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuksekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karenakesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangatgugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman danberkata, "Kita pulang aja yuk...?".Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali!Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut kedalam kopinya dan meminumnya.Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi sepertiini?"Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dansedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopiasin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, sayasangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masihtinggal di sana."Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan sigadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.Mereka akhirnya berpacaran.
Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ...betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilanganseorang lelaki seperti itu!Untung ada kopi asin!Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia Membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah suratyang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin."Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu,sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman,jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selamaini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuktidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakanpadamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh danrasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejakbertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segalasesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesardalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetapingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harusmeminum kopi asin itu lagi.Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian haribila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukanseperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.
Dari milis motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)