Seorang gadis bertanya kepada kekasihnya :
Girl : Apakah aku pernah terlintas dalam pikiranmu?
Boy : Tidak
Girl : Apakah kamu benar-benar menyukaiku?
Boy : Tidak
Girl : Apakah kamu menginginkanku?
Boy : Tidak
Girl : Akankah kamu menangis jika aku pergi?
Boy : Tidak
Girl : Maukah kamu hidup untukku?
Boy : Tidak
Girl : Maukah kamu berbuat apa saja untukku?
Boy : Tidak
Girl : Pilih aku atau hidupmu?
Boy : Hidupku
Gadis itu berlari pergi dan merasakan sakit, dan laki-laki itu berlari setelahnya dan berkata....
Alasan mengapa aku tidak pernah memikirkanmu, adalah karena kamu selalu ada dalam dipikiranku.
Alasan mengapa aku tidak menyukaimu, adalah karena aku mencintaimu.
Alasan mengapa aku tidak menginginkanmu, adalah karena aku membutuhkanmu.
Alasan mengapa aku tidak akan menangis jika kamu pergi, adalah karena aku bisa mati jika kamu pergi.
Alasan mengapa aku tidak ingin hidup untukmu, adalah karena aku akan mati untukmu.
Alasan mengapa aku tidak akan berbuat apapun untukmu, adalah karena aku akan berbuat segalanya untukmu.
Alasan mengapa aku memilih hidup, adalah karena KAMU HIDUPKU.
dari milis motivasi
Sabtu, 18 Februari 2012
BAHASA KASIH
Apakah anda pernah
mencintai seseorang di dalam hidup anda? Saya yakin, semua dari anda
pernah mencintai seseorang, apakah itu orang tua anda, anak anda,
saudara anda, kekasih anda, istri / suami anda, dan sebagainya. Yang
menjadi pertanyaan berikutnya adalah,apakah orang yang anda cintai
tersebut TAHU kalau anda mencintai mereka ? Banyak orang tua kaya yang
sibuk sering memberikan uang kepada anak-anaknya dan berharap anaknya
tahu bahwa uang tersebut sebagai tanda cinta mereka.
Padahal mungkin sang anak lebih berharap orang tuanya mempunyai waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Jika hal ini terjadi pada anda, dimana orang yang anda cintai malah berpersepsi berbeda dari yang anda harapkan, berarti anda tidak tahu secara tepat apa bahasa kasih dari orang yang anda cintai tersebut.Gary Chapman dalam salah satu bukunya pernah mengatakan bahwa untuk berkomunikasi dengan orang yang kita cintai, ada 5 bahasa kasih yang bisa kita gunakan sesuai dengan keinginan dari orang tersebut.Kelima bahasa kasih tersebut adalah :
1. KATA-KATA
Kata-kata berupa pujian, motivasi, harapan dan penghargaan kepada orang yang dicintai merupakan suatu penghubung yang kuat yang bisa terus merekatkan hubungan anda. Lakukan pujian secara tulus berdasarkan apa yang ada di dalam hati anda, bukan hanya sekedar untuk membuat mereka senang. Sebisa mungkin bicarakan hal-hal yang positif saja dengan orang yang anda cintai. Hindari kata-kata yang malah bisa menyebabkan suatu perselisihan atau konflik.
2. SENTUHAN
Sentuhan fisik seperti merangkul, membelai, menepuk punggung dan lengan, ataupun sekedar bergandengan tangan, secara emosional dapat meningkatkan kualitas hubungan cinta anda. Seorang anak yang mendapat prestasi bagus di sekolah misalnya, selain dipuji juga ditepuk punggungnya oleh orang tuanya, akan merasakan kesenangan yang berlipat ganda, karena dia merasakan kasih tersebut lewat hati (pujian) dan fisik (tepukan).
3. PEMBERIAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling sering kita gunakan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Namun kita seringkali membatasi pemberian ini hanya pada moment khusus saja, seperti ulang tahun, hari perkawinan, atau hari-2 besar keagamaan. Padahal, sebenarnya kita dapat melakukan pemberian ini kapan saja dan dimana saja.
4. WAKTU
Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk mendengarkan dan bersama-sama dengan orang yang anda cintai ? Waktu yang dimaksud disini bukan berarti hanya waktu liburan, tapi WAKTU YANG BERKUALITAS, yaitu waktu dimana orang yang anda cintai membutuhkan kehadiran anda secara fisik hadir di depannya. Bagi seorang anak kecil,mungkin waktu yang berkualitas bagi dia adalah waktu sore hari, dimana dia membutuhkan kehadiran anda, agar dia bisa menceritakan bagaimana serunya tadi dia bermain di sekolah. Bagi seorang suami, waktu yang berkualitas mungkin selepas makan malam, dimana dia berharap sang istri mau menemaninya berbincang-bincang tentang kondisi bisnisnya, tentang bagaimana membangun masa depan keluarga mereka. Apakah anda sebagai istri misalnya, BISA dan MAU menyediakan waktu tersebut, ataukah tayangan sinetron lebih menarik perhatian anda, dan membiarkan suami anda bersantai sendiri sambil membaca koran ? Dan bagi anda sang suami, apakah anda MASIH MEMPUNYAI WAKTU mengantar istri anda berbelanja, atau anda lebih suka mengutak-atik mobil anda dan membiarkan istri anda pergi sendiri ?
5. PELAYANAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling menonjol diantara yang lain, karena anda mau melakukan suatu tindakan bagi orang lain sebagai tanda cinta anda. Banyak orang yang salah mengartikan kata pelayanan disini, menganggap kita harus melakukan sesuatu 100% bagi orang lain. Padahal kata pelayanan disini artinya kita mau membantu orang yang kita cintai melakukan suatu tindakan yang sebelumnya tidak kita lakukan. Mungkin para suami bisa dengan membantu istri untuk memasak dan menyiapkan makan di dapur. Atau para istri bisa membantu suaminya untuk mencuci mobil. Hal-2 kecil seperti ini bisa membantu anda untuk mempererat tali kasih anda berdua.
Bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda menggunakan seluruh bahasa kasih tersebut untuk mengungkapkan perasaan anda kepada orang-2 yang anda cintai ? Lakukan yang terbaik dan dapatkan manfaatnya.
dari milis motivasi
Padahal mungkin sang anak lebih berharap orang tuanya mempunyai waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Jika hal ini terjadi pada anda, dimana orang yang anda cintai malah berpersepsi berbeda dari yang anda harapkan, berarti anda tidak tahu secara tepat apa bahasa kasih dari orang yang anda cintai tersebut.Gary Chapman dalam salah satu bukunya pernah mengatakan bahwa untuk berkomunikasi dengan orang yang kita cintai, ada 5 bahasa kasih yang bisa kita gunakan sesuai dengan keinginan dari orang tersebut.Kelima bahasa kasih tersebut adalah :
1. KATA-KATA
Kata-kata berupa pujian, motivasi, harapan dan penghargaan kepada orang yang dicintai merupakan suatu penghubung yang kuat yang bisa terus merekatkan hubungan anda. Lakukan pujian secara tulus berdasarkan apa yang ada di dalam hati anda, bukan hanya sekedar untuk membuat mereka senang. Sebisa mungkin bicarakan hal-hal yang positif saja dengan orang yang anda cintai. Hindari kata-kata yang malah bisa menyebabkan suatu perselisihan atau konflik.
2. SENTUHAN
Sentuhan fisik seperti merangkul, membelai, menepuk punggung dan lengan, ataupun sekedar bergandengan tangan, secara emosional dapat meningkatkan kualitas hubungan cinta anda. Seorang anak yang mendapat prestasi bagus di sekolah misalnya, selain dipuji juga ditepuk punggungnya oleh orang tuanya, akan merasakan kesenangan yang berlipat ganda, karena dia merasakan kasih tersebut lewat hati (pujian) dan fisik (tepukan).
3. PEMBERIAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling sering kita gunakan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Namun kita seringkali membatasi pemberian ini hanya pada moment khusus saja, seperti ulang tahun, hari perkawinan, atau hari-2 besar keagamaan. Padahal, sebenarnya kita dapat melakukan pemberian ini kapan saja dan dimana saja.
4. WAKTU
Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk mendengarkan dan bersama-sama dengan orang yang anda cintai ? Waktu yang dimaksud disini bukan berarti hanya waktu liburan, tapi WAKTU YANG BERKUALITAS, yaitu waktu dimana orang yang anda cintai membutuhkan kehadiran anda secara fisik hadir di depannya. Bagi seorang anak kecil,mungkin waktu yang berkualitas bagi dia adalah waktu sore hari, dimana dia membutuhkan kehadiran anda, agar dia bisa menceritakan bagaimana serunya tadi dia bermain di sekolah. Bagi seorang suami, waktu yang berkualitas mungkin selepas makan malam, dimana dia berharap sang istri mau menemaninya berbincang-bincang tentang kondisi bisnisnya, tentang bagaimana membangun masa depan keluarga mereka. Apakah anda sebagai istri misalnya, BISA dan MAU menyediakan waktu tersebut, ataukah tayangan sinetron lebih menarik perhatian anda, dan membiarkan suami anda bersantai sendiri sambil membaca koran ? Dan bagi anda sang suami, apakah anda MASIH MEMPUNYAI WAKTU mengantar istri anda berbelanja, atau anda lebih suka mengutak-atik mobil anda dan membiarkan istri anda pergi sendiri ?
5. PELAYANAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling menonjol diantara yang lain, karena anda mau melakukan suatu tindakan bagi orang lain sebagai tanda cinta anda. Banyak orang yang salah mengartikan kata pelayanan disini, menganggap kita harus melakukan sesuatu 100% bagi orang lain. Padahal kata pelayanan disini artinya kita mau membantu orang yang kita cintai melakukan suatu tindakan yang sebelumnya tidak kita lakukan. Mungkin para suami bisa dengan membantu istri untuk memasak dan menyiapkan makan di dapur. Atau para istri bisa membantu suaminya untuk mencuci mobil. Hal-2 kecil seperti ini bisa membantu anda untuk mempererat tali kasih anda berdua.
Bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda menggunakan seluruh bahasa kasih tersebut untuk mengungkapkan perasaan anda kepada orang-2 yang anda cintai ? Lakukan yang terbaik dan dapatkan manfaatnya.
dari milis motivasi
Apa itu cinta....
Jika
kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo' akannya walaupun
dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki untuk
berjalan,dua tangan untuk memegang,dua telinga untuk mendengar dan dua
mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping
hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati
padaseseoranguntuk kita mencarinya.
Itulah Cinta ... Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untukmembangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut. Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Seandainya
kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis,ibaratkanlah
seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum
mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawaritu
menusuk jari.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati,sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpaberkata lagi.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati,sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpaberkata lagi.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati. Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambutoleh para pecinta PALSU.Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.
Cinta
kepada harta artinya bakhil, cinta kepadaperempuan artinya alam,cinta
kepada diri artinya bijaksana,cinta kepada mati artinya hidup dan
cintakepada Tuhan artinya Takwa. Lemparkan seorang yang bahagia dalam
bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan
pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti,pasti ia
akan mati kelaparan.Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa
manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih,
dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang
gemericing. Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah
dari milis motivasi
dari milis motivasi
Belajar dari Keledai
Di sebuah desa,
seorang petani kehilangan keledainya. Capek mencari, tak dia temukan
juga keledai itu. Tapi, ketika dia lelah mencari dan duduk di bagian
belakang rumah, samar telinganya mendengar ringkik memelas dari
keledainya. Suara itu lirih, sedih. Tapi di mana? Dan kenapa suara itu
bergema?
Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, jauh di belakang rumah, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Juga bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. "Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja," batinnya.
Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Dengan mengajak beberapa tetangga, dia mulai mengayuh sekop dan melemparkan timbunan tanah ke dalam sumur. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur. "Kian cepat, makin lekas tangisan keledai itu hilang," pikirnya.
Dan benarlah. Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur.Karena menyangka sudah tertimbun, dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Takjub. Terpukau. Ternyata, keledai itu masih segar-bugar, dan sibuk menggoyang-goyangka n badannya. Setiap satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggunya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan para tetangga menimbunkan tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur. Dan tak sampai setengah hari, sumur itu pun mulai penuh tanah, dan keledai itu meringkik, meloncati bibir sumur, dan berlari. Pergi.
Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satucara untuk keluar dari kotoran --kesedihan, masalah, cobaan, dan lainnya-- itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dan hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan. Keledai itu memberi contoh terbaik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.
dari milis motivasi
Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, jauh di belakang rumah, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Juga bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. "Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja," batinnya.
Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Dengan mengajak beberapa tetangga, dia mulai mengayuh sekop dan melemparkan timbunan tanah ke dalam sumur. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur. "Kian cepat, makin lekas tangisan keledai itu hilang," pikirnya.
Dan benarlah. Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur.Karena menyangka sudah tertimbun, dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Takjub. Terpukau. Ternyata, keledai itu masih segar-bugar, dan sibuk menggoyang-goyangka n badannya. Setiap satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggunya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan para tetangga menimbunkan tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur. Dan tak sampai setengah hari, sumur itu pun mulai penuh tanah, dan keledai itu meringkik, meloncati bibir sumur, dan berlari. Pergi.
Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satucara untuk keluar dari kotoran --kesedihan, masalah, cobaan, dan lainnya-- itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dan hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan. Keledai itu memberi contoh terbaik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.
dari milis motivasi
Belajar Mencintai
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
dari milis motivasi
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna
dari milis motivasi
Kupon Dalam Bambu
Alkisah
ada seorang pengemis yang gemar membeli kupon berhadiah. Suatu hari
bukan main gembiranya dia, karena nomor undiannya keluar sebagai
pemenang pertama. Hadiah uang baru dapat diambil setengah bulan
kemudian.Karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang aman, maka kupon
yang menang itu di simpan dalam mangkok bambu sedekahnya yang menyertai
kemanapun dia pergi. Sejak hari itu, Si pengemis seolah-olah merasa
dirinya begitu
agung. Karena saking gembira,dia menjadi lupa diri, berjalan pun penuh lagak. Sehabis mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah rumah mewah, ada AC, televisi, kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan. Lalu sebuah mobil sedan, mencari
seorang isteri.....Wah! kehidupan demikian sungguh nikmat sekali.
Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bamboo sedekahnya ke dalam sungai, "Saya sudah kaya,untuk apa
lagi bambu usang ini?" Memang sudah nasibnya, waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.
agung. Karena saking gembira,dia menjadi lupa diri, berjalan pun penuh lagak. Sehabis mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah rumah mewah, ada AC, televisi, kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan. Lalu sebuah mobil sedan, mencari
seorang isteri.....Wah! kehidupan demikian sungguh nikmat sekali.
Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bamboo sedekahnya ke dalam sungai, "Saya sudah kaya,untuk apa
lagi bambu usang ini?" Memang sudah nasibnya, waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.
dari milis motivasi
Hukum Tabur Tuai
Ada
dua orang India sedang mengarungi badai salju di pegunungan Himalaya.
Mereka berjalan dengan susah payah karena udara yang sangat dingin
terasa sampai ke sumsum tulang dan terpaan angin dingin juga menambah
beratnya perjalanan mereka. Di tengah perjalanan tiba-tiba mereka
bertemu dengan seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan.
Karena kasihan melihat keadaan orang itu, orang India yang pertama
berkata kepada temannya, " Orang ini masih hidup. Kasihan sekali kalau
dia dibiarkan tergeletak di sini, dia pasti akan meninggal, mari kita
tolong dia." Tapi temannya menjawab," Bagaimana kita bisa menolongnya
kalau membawa diri sendiri saja sudah sangat susah di tengah badai
seperti ini. Kalau kau ingin membawanya, silahkan, tapi aku tidak akan
menolongmu."
Maka orang yang pertama dengan sangat susah payah memanggul tubuh orang yang tak berdaya itu sedangkan temannya lebih dulu melanjutkan perjalanan sendirian. Orang India yang pertama memang pada awalnya merasa perjalannya sangat berat karena beratnya tubuh orang yang dipanggulnya itu, tapi lama kelamaan ia tidak terlalu merasa kedinginan lagi karena kehangatan tubuh orang yang dipanggulnya itu juga menjalar ke tubuhnya, maka ia terus berjalan dengan pelan-pelan.
Kemudian di tepi perjalanan, dia melihat satu orang lagi yang tergeletak di tengah jalan, ketika ia memperhatikan lebih dekat orang itu sudah meninggal dunia dan dia adalah teman seperjalanannya tadi. Jadi karena tidak tahan terhadap cuaca yang sangat dingin itu, temannya itu akhirnya meninggal dunia karena kedinginan, sedangkan ia tertolong oleh panas tubuh orang yang ditolongnya itu.
dari milis motivasi
Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat
Seorang
pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang
yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi
pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu
tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat
guru ilmu pedang itu bertapa.
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru." Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?" Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?" Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Berapa lama waktu yang saya perlukan?" Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."
Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
Inspirasi: Illustrated Zen Story
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru." Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?" Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?" Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Berapa lama waktu yang saya perlukan?" Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."
Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
Inspirasi: Illustrated Zen Story
dari milsi motivasi
Mengapa....
Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
dari milis motivasi
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
dari milis motivasi
Jejak
Banyak
orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datang dan pergi
silih berganti. Ada yang tinggal untuk sementara waktu dan meninggalkan
jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yang membuat diri kita
berubah.
Alkisah seorang tukang lentera di sebuah desa kecil, setiap petang lelaki tua ini berkeliling membawa sebuah tongkat obor penyulut lentera dan memanggul sebuah tangga kecil. Ia berjalan keliling desa menuju ke tiang lentera dan menyandarkan tangganya pada tiang lentera, naik dan menyulut sumbu dalam kotak kaca lentera itu hingga menyala lalu turun, kemudian ia panggul tangganya lagi dan berjalan menuju tiang lentera berikutnya.
Begitu seterusnya dari satu tiang ke tiang berikutnya, makin jauh lelaki tua itu berjalan dan makin jauh dari pandangan kita hingga akhirnya menghilang ditelan kegelapan malam. Namun demikian, bagi siapapun yang melihatnya akan selalu tahu kemana arah perginya pak tua itu dari lentera-lentera yang dinyalakannya. Penghargaan tertinggi adalah menjalani kehidupan sedemikian rupa sehingga pantas mendapatkan ucapan: "Saya selalu tahu kemana arah perginya dari jejak-jejak yang ditinggalkannya. "
Seperti halnya perjalanan si lelaki tua dari satu lentera ke lentera berikutnya, kemanapun kita pergi akan meninggalkan jejak. Tujuan yang jelas dan besarnya rasa tanggung jawab kita adalah jejak-jejak yang ingin diikuti oleh putera puteri kita dan dalam prosesnya akan membuat orang tua kita bangga akan jejak yang pernah mereka tinggalkan bagi kita. Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan anda yang akan menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yang mengikutinya.
dari milis motivasi
Selimut Pengaman
Ketika
saya baru saja lulus dari sebuah seminari, istri saya, Kathy, dan saya
pindah bersama dengan putra kami yang berusia 2 tahun, Nate, ke sebuah
desa kecil di Alaska. Pesawat kecil berpenumpang 3 dan 4 yang kami
tumpangi untuk penerbangan lanjutan kami sangat menakutkan putra kecil
kami sehingga ia mengambil selimut kesayangannya dan menutupi kepalanya
sampai kami mendarat di jalur landasan kecil yang terbuat dari tanah.
Kemudian, selama bulan-bulan penyesuaian yang panjang, ketika kami belajar bagaimana cara hidup di tempat yang baru di antara orang-orang baru yang mempunyai kebudayaan yang berbeda, putra saya membawa selimut pengamannya kemanapun ia pergi, dan akhirnya selimut itu cepat menjadi lunak dan kumal. Ia tidak dapat tidur sebelum ia mendapatkan selimutnya dan menyelinap ke dalam kehanggatannya.
Tahun ke 2 kami berada di desa tersebut, saya mendapat kesempatan sebagai pembecara tamu di sebuah konferensi misi di Seattle. Ketika saya sedang berkemas untuk perjalanan tersebut, putra saya mengikuti saya di sekeliling ruangan, bertanya ke mana saya akan pergi, dan berapa lama saya bepergian, dan mengapa saya harus berbicara kepada orang-orang tersebut, dan apakah ada yang akan menyertai saya?
Karena sedang mempersiapkan pidato saya di dalam pikiran saya, saya agak terganggu dan khawatir apakah dapat mengejar pesawat kecil yang ke luar dari desa itu tepat pada waktunya.
Putra saya tampaknya paling khawatir mengenai keharusan saya untuk terbang dalam cuaca buruk di dalam salah satu pesawat kecil yang sangat ditakutinya.
Saya meyakinkan dia bahwa saya akan baik-baik saja, dan saya memintanya untuk menjaga ibunya sampai saya pulang. Dengan sebuah pelukan di pintu, saya pergi ke jalur pendaratan desa tersebut dan ke tempat konferensi. Ketika saya tiba di hotel di Seattle, saya tidak sempat mengeluarkan isi kopor sampai malam harinya, dan saya sangat ketakutan saat saya membuka kopor saya dan menemukan selimut pengaman anak saya di dalamnya.
Saya membayangkan istri saya berusaha dengan susah payah untuk menemukan selimut tersebut saat ia menyiapkan putra kami untuk tidur. Saya segera berlari ke pesawat telepon untuk menghubungi Kathy dan memberitahukan bahwa selimut tersebut ada di dalam kopor saya, sehingga ia dapat meyakinkan putra kami yang panik.
Kathy menerima telepon itu dan hampir tidak mempunyai kesempatan untuk menjawab ketika saya mulai menjelaskan bahwa selimut tersebut ada di dalam kopor saya dan saya tidak tahu bagaimana selimut itu bisa secara tidak sengaja ikut terkemas. Saya sedang di tengah-tengah usaha untuk meminta maaf ketika Kathy menenangkan saya dengan berita bahwa ia sudah mengetahui di mana selimut itu berada.
Ia memberitahukan saya bahwa ia telah mengendong Nate dan membawanya ke dekat jendela agar ia dapat mengawasi saya pergi dari rumah. Ia mengusulkan agar mereka berdoa untuk "Ayah supaya mendapatkan perjalanan yang aman." Sebab kami tahu bahwa putra kami paling takut dengan penerbangan menggunakan pesawat kecil ke lapangan terbang utama, istri saya berdoa, "Tuhan yang terkasih, tolonglah agar Ayah merasa aman di dalam pesawat kecil itu." Ketika doa tersebut selesai, putra kami Nate berbicara dan menenangkan ibunya. "Jangan khawatir, Bu, saya memberikan selimut saya kepada Ayah untuk menjaganya agar tetap selamat."
bye Dr. Bruce Humphrey
From: Chicken Soup for the Christian Soul
dari milis motivasi
Di Balik Cermin
Ketika saya masih
kecil, kami tinggal di kota New York, hanya satu blok dari rumah
kakek-nenek saya. Setiap malam, kakek saya selalu melakukan
"kewajibannya," dan di setiap musim panas, saya selalu ikut dengannya.
Pada suatu malam, ketika Grandpa (kakek) dan saya sedang jalan kaki
bersama, saya menanyakan apa bedanya keadaan sekarang dengan dulu,
ketika dia masih kecil di tahun 1964. Grandpa bercerita tentang
jamban-jamban di luar rumah, bukan toilet mengkilap, kuda- kuda, bukan
mobil, surat-surat, bukan telepon, dan lilin-lilin, bukan lampu-lampu
listrik.
Sementara dia menceritakan semua hal-hal indah yang sama sekali tidak pernah terbayang di kepala saya, hati kecil saya mulai penasaran. Lalu saya tanyakan kepadanya,"Grandpa, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidupmu?" Grandpa berhenti melangkah, memandang cakrawala, dan membisu beberapa saat. Lalu dia berlutut, menggenggam tangan saya, dan dengan air mata berlinang dia mengatakan: "Ketika ibumu dan adik-adiknya masih kecil-kecil, Grandma (nenek) sakit parah dan untuk bisa sembuh, dia harus di rawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali.
Tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan paman-pamanmu kalau aku sedang pergi kerja, jadi mereka kutitipkan di panti asuhan. Para biarawati yang membantuku mengurusi mereka, sementara aku harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Grandma bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah." "Yang paling sulit dalam hidupku adalah, aku harus menaruh mereka di panti asuhan.
Setiap minggu aku mengunjungi mereka, tetapi para biarawati itu tidak pernah mengijinkan aku mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka. Aku hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Aku selalu membawakan permen setiap minggu, berharap mereka tahu itu pemberianku. Aku hanya bisa menaruh kedua tanganku di atas cermin itu selama tiga puluh menit penuh, waktu yang mereka ijinkan untuk aku melihat anak- anakku, berharap mereka akan datang dan menyentuh tanganku. "
"Satu tahun penuh kulalui tanpa menyentuh anak-anakku. Aku sangat merindukan mereka. Tetapi aku juga tahu bahwa itulah tahun yang lebih sulit lagi bagi mereka. Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa memaksa biarawati itu mengijinkan aku memeluk anak-anakku. Tetapi kata mereka, kalau diijinkan, itu malah akan lebih memperburuk keadaan, bukan memperbaikinya, dan mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan itu. Jadi aku menurut saja." Saya tidak pernah melihat Grandpa menangis. Dia memeluk saya erat-erat dan saya katakan kepadanya bahwa saya memiliki Grandpa terbaik di seluruh dunia dan saya sangat menyayanginya.
Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan acara jalan-jalan istimewa dengan Grandpa itu kepada siapapun. Dari tahun ke tahun kami tetap rajin jalan-jalan, sampai keluarga saya dan kakek-nenek saya pindah ke negara bagian yang berbeda. Setelah nenek saya meninggal dunia, kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya yakin itulah periode penuh tekanan baginya. Saya memohon kepada ibu saya untuk memperbolehkan Grandpa tinggal bersama kami, tetapi ibu saya menolaknya. Saya terus merengek, "Ini kan sudah kewajiban kita sebagai keluarga untuk memikirkan apa yang terbaik baginya."
Dengan sedikit marah, ibu membentak, "Kenapa? Dia sendiri sama sekali tidak pernah perduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak-anaknya!" Saya tahu apa yang ibu maksud. "Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian," kata saya. Ibu saya menjawab," Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!" "Hal tersulit baginya adalah harus menaruh ibu dan paman Eddie dan paman Kevin di panti asuhan." "Siapa yang cerita begitu padamu?" tanyanya.
Ibu saya sama sekali tidak pernah membicarakan masa-masa itu kepada kami. "Mom, dia selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Dia selalu membawakan permen setiap kali dia datang. Dia tidak pernah absen setiap minggu. Dia benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!" "Kau bohong! Dia tidak pernah datang. Tidak pernah ada yang datang menjenguk kami." "Lalu bagaimana aku bisa tahu soal kunjungan itu kalau bukan dia yang cerita ? Bagaimana aku bisa tahu oleh-oleh yang dibawanya? Dia benar-benar datang. Dia selalu datang. Para biarawati itulah yang tidak pernah mengijinkan dia menemui kalian, karena kata mereka, akan terlalu sulit bagi anak-anak kalau melihat ayahnya sudah harus pergi lagi. Mom, Grandpa menyayangimu, dan selalu begitu!"
Grandpa selalu beranggapan anak-anaknya tahu dia berdiri dibalik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, dia pikir mereka telah melupakan kunjungan-kunjungannya. Sementara, ibu saya dan adik- adiknya beranggapan dia tidak pernah datang mengunjungi mereka. Setelah saya menceritakan kebenaran itu kepada ibu saya, hubungannya dengan Grandpa mulai berubah. Dia menyadari bahwa ayahnya selalu menyayanginya, dan akhirnya Grandpa tinggal bersama kami sampai akhir hidupnya.
dari milis motivasi
Sementara dia menceritakan semua hal-hal indah yang sama sekali tidak pernah terbayang di kepala saya, hati kecil saya mulai penasaran. Lalu saya tanyakan kepadanya,"Grandpa, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidupmu?" Grandpa berhenti melangkah, memandang cakrawala, dan membisu beberapa saat. Lalu dia berlutut, menggenggam tangan saya, dan dengan air mata berlinang dia mengatakan: "Ketika ibumu dan adik-adiknya masih kecil-kecil, Grandma (nenek) sakit parah dan untuk bisa sembuh, dia harus di rawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali.
Tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan paman-pamanmu kalau aku sedang pergi kerja, jadi mereka kutitipkan di panti asuhan. Para biarawati yang membantuku mengurusi mereka, sementara aku harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Grandma bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah." "Yang paling sulit dalam hidupku adalah, aku harus menaruh mereka di panti asuhan.
Setiap minggu aku mengunjungi mereka, tetapi para biarawati itu tidak pernah mengijinkan aku mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka. Aku hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Aku selalu membawakan permen setiap minggu, berharap mereka tahu itu pemberianku. Aku hanya bisa menaruh kedua tanganku di atas cermin itu selama tiga puluh menit penuh, waktu yang mereka ijinkan untuk aku melihat anak- anakku, berharap mereka akan datang dan menyentuh tanganku. "
"Satu tahun penuh kulalui tanpa menyentuh anak-anakku. Aku sangat merindukan mereka. Tetapi aku juga tahu bahwa itulah tahun yang lebih sulit lagi bagi mereka. Aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri karena tidak bisa memaksa biarawati itu mengijinkan aku memeluk anak-anakku. Tetapi kata mereka, kalau diijinkan, itu malah akan lebih memperburuk keadaan, bukan memperbaikinya, dan mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan itu. Jadi aku menurut saja." Saya tidak pernah melihat Grandpa menangis. Dia memeluk saya erat-erat dan saya katakan kepadanya bahwa saya memiliki Grandpa terbaik di seluruh dunia dan saya sangat menyayanginya.
Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan acara jalan-jalan istimewa dengan Grandpa itu kepada siapapun. Dari tahun ke tahun kami tetap rajin jalan-jalan, sampai keluarga saya dan kakek-nenek saya pindah ke negara bagian yang berbeda. Setelah nenek saya meninggal dunia, kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya yakin itulah periode penuh tekanan baginya. Saya memohon kepada ibu saya untuk memperbolehkan Grandpa tinggal bersama kami, tetapi ibu saya menolaknya. Saya terus merengek, "Ini kan sudah kewajiban kita sebagai keluarga untuk memikirkan apa yang terbaik baginya."
Dengan sedikit marah, ibu membentak, "Kenapa? Dia sendiri sama sekali tidak pernah perduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak-anaknya!" Saya tahu apa yang ibu maksud. "Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian," kata saya. Ibu saya menjawab," Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!" "Hal tersulit baginya adalah harus menaruh ibu dan paman Eddie dan paman Kevin di panti asuhan." "Siapa yang cerita begitu padamu?" tanyanya.
Ibu saya sama sekali tidak pernah membicarakan masa-masa itu kepada kami. "Mom, dia selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Dia selalu membawakan permen setiap kali dia datang. Dia tidak pernah absen setiap minggu. Dia benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!" "Kau bohong! Dia tidak pernah datang. Tidak pernah ada yang datang menjenguk kami." "Lalu bagaimana aku bisa tahu soal kunjungan itu kalau bukan dia yang cerita ? Bagaimana aku bisa tahu oleh-oleh yang dibawanya? Dia benar-benar datang. Dia selalu datang. Para biarawati itulah yang tidak pernah mengijinkan dia menemui kalian, karena kata mereka, akan terlalu sulit bagi anak-anak kalau melihat ayahnya sudah harus pergi lagi. Mom, Grandpa menyayangimu, dan selalu begitu!"
Grandpa selalu beranggapan anak-anaknya tahu dia berdiri dibalik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, dia pikir mereka telah melupakan kunjungan-kunjungannya. Sementara, ibu saya dan adik- adiknya beranggapan dia tidak pernah datang mengunjungi mereka. Setelah saya menceritakan kebenaran itu kepada ibu saya, hubungannya dengan Grandpa mulai berubah. Dia menyadari bahwa ayahnya selalu menyayanginya, dan akhirnya Grandpa tinggal bersama kami sampai akhir hidupnya.
dari milis motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)